Tampilkan postingan dengan label Artikel Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2012

7 Skenario STEVE JOBS Saat APPLE Terpuruk



San Fransisco, AS - Awal Oktober nanti akan menjadi peringatan setahun mantan CEO Apple Steve Jobs meninggal dunia. Walau sudah satu tahun berlalu, masih banyak kisah inspiratif yang bisa diambil dari mendiang Jobs. Salah satunya adalah beberapa keputusannya, saat kembali ke Apple, perusahaan yang dibangunnya bersama Steve Wozniak.

Seperti diketahui, tahun 1996 Apple mengumumkan bahwa mereka membeli perusahaan bernama NeXT senilai USD429 juta, yang membawa Jobs kembali ke perusahaan yang dirintisnya tersebut. Ia secara resmi menjabat sebagai CEO interim Apple setelah Gil Aelion diturunkan secara de facto.


Tugas Jobs saat itu cukup berat, menstabilkan kas keuangan Apple yang mengalami masa suram karena terus-terusan mengalami kerugiaan.


Walau sudah 15 tahun berlalu, skenario Apple dalam mengambil keputusan yang bahkan cenderung kejam membuahkan hasil positif. Apple makin dikenal seantero dunia karena produknya yang fenomenal dan mahal. Desainnya yang berbeda membuat Apple sukses besar hingga sekarang.


Berikut adalah 7 keputusan yang diambil oleh Steve Jobs dalam rangka menyelamatkan Apple, seperti
detikINET rangkum dari MacWorld, Kamis (20/9/2012).

1. Mengambil kendali
Keputusan yang paling penting dibuat Steve Jobs adalah mengambil kendali dari Apple secara penuh.

Setelah pembelian NeXT pada akhir 1996, kemudian CEO Apple Gil Amelio membawa Jobs sebagai penasihat khusus pada bulan Januari 1997. Jobs bisa saja hanya memberikan saran dan tetap berada di belakang layar. Namun tentu saja, itu bukan sifatnya. Jobs dengan cepat meyakinkan dewan direksi Apple untuk menggulingkan Amelio. Itu tidak lama sebelum Jobs mencalonkan diri sebagai pengganti potensial. Dewan setuju, dan Jobs kembali memegang kendali.
 
2. Pemangkasan karyawan
Sebelum Jobs kembali ke Apple, perusahaan itu memproduksi puluhan desktop Macintosh yang berbeda, laptop, dan server dengan banyak variasi. Perusahaan juga menghasilkan printer, kamera digital, dan barang-barang pendukung lainnya, beberapa yang membuat keuntungan tapi tidak jarang yang malah membebani perusahaan.

Pada akhirnya, Jobs menghentikan proyek mubazir tersebut memecat lebih dari 70% dari dividi hardware Apple dan produk perangkat lunak. Yang paling terkenal, dia membatalkan PDA Newton , yang masih menjadi keputusan kontroversia beberapa hari setelahnya.


Penghentian sejumlah proyek produk mengakibatkan PHK lebih dari 3.000 karyawan selama tahun pertama Jobs sebagai iCEO.
 
3. Bersih-bersih 'rumah'
Pada tahun 1996, sebagian besar anggota Dewan Direksi Apple telah difokuskan pada bagaimana mereka bisa menghasilkan produk Apple dan menjualnya kepada penawar tertinggi. Sekembalinya Jobs, dia tahu membutuhkan sebuah direksi dengan sikap yang lebih positif dan loyalitas yang lebih kepadanya sebagai seorang pemimpin.

Dalam beberapa minggu, Jobs berhasil memaksa pengunduran diri sebagian besar anggota dewan Apple, termasuk mantan CEO Mike Markkula.


Jobs juga melakukan restrukturisasi Apple sebagai sebuah perusahaan, dengan menyederhanakan sejumlah divisi menjadi beberapa bagian saja mulai departemen untuk pemasaran, penjualan, manufaktur, dan keuangan.


Sebelum Jobs menjadi iCEO, ia meyakinkan Gil Amelio untuk menempatkan karyawan penting NeXT dalam posisi yang berpengaruh di Apple. Paling menonjol adalah pengangkatan Avie Tevanian--otak di balik OS X-- Apple Senior VP of Software Engineering pada Februari 1997, dan Jon Rubinstein , yang bergabung sebagai VP of Hardware Engineering


Tak lama kemudian, Jobs telah mengangkat berbagai veteran NeXT dan lainnya sebagai karyawan dengan posisi startegis. Selain kemampuannya, syarat lain yang harus dimiliki oleh karyawan baru dibajak itu adalah oyal kepada CEO baru.
 
4. Melarang berbicara ke Media
Di bawah Gil Amelio, bocornya sejumlah informasi ke media disengaja dari karyawan Apple menjadi hal yang sering terjadi. Tidak lama setelah menerima posisi CEO Interim, Jobs menerapkan larangan total pada karyawan Apple berbicara kepada pers.

Selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan informasi ke pers Jobs memberikan efek yang menciptakan tabir kerahasiaan yang ketat, ketegangan, dan kejutan yang menyertai pengumuman produk Apple. Dengan mengatur secara ketat arus informasi keluar dari Apple, Jobs membuat media teknologi di telapak tangannya.
 
5. Tebar kebencian & Berdamai dengan Microsoft
Selama masa pertamanya di Apple, Steve Jobs menggambarkan pertempuran untuk pasar PC sebagai konflik langsung antara Apple dan IBM, termasuk ke raksasa software Microsoft. Permusuhan ala Jobs inilah kemudian menjadi bumbu-bumbu kehadiran Apple saat itu.

Permusuhan antara
underdog Apple dan pemimpin pasar Microsoft sudah terjadi sejak tahun 1985, bahkan ketika Jobs mengundurkan diri dari Apple. Perang urat syaraf menjadi bagian dari budaya Apple yang terwujud sebagai kebencian yang mendalam untuk semuanya produk Microsoft atau Windows Intel Wintel.

Walaupun pada tahun 1996, Jobs telah harus mengakui bahwa perang sudah berakhir di PC desktop, Microsoft telah menang. Itu kontraproduktif, bila berpikir Jobs akan menghabiskan uang dan energi untuk bertempur melawan Microsoft yang tidak bisa dimenangkan? Tidak, Apple sengaja membangun hubungan harmonis ini untuk suatu kepentingan jangka panjang.


Hasilnya dalam sebuah kesepakatan lintas-lisensi paten, Microsoft berjanji untuk mengabdikan tenaga signifikan untuk mengembangkan versi baru dari Office dan Internet Explorer untuk Macintosh setidaknya selama lima tahun.


Microsoft juga sepakat untuk membeli saham Apple, yang diasuransikan kepentingan dalam keberhasilan Apple. Sebagai imbalannya, Apple juga setuju untuk membuat Internet Explorer sebagai browser default untuk Mac OS selama lima tahun.


Ini kesepakatan terkenal yang diumumkan oleh Jobs di Boston Macworld 1997 (menampilkan Bill Gates pada layar di belakangnya), dan merupakan bagian dari daya tarik publik dan penggemar Mac.
 
6. Membunuh metode lisensi
Pada tahun 1994, Apple menawarkan lisensi Mac OS ke beberapa vendor yang membayar Apple US80 per mesin untuk menggunakan sistem operasi. Cara jualan ini terjadi dalam beberapa tahun ini, menjadi jelas bahwa ini bukan ide yang bagus.

Pasalnya para mitra itu justru menjadi kanibalisme bagi produk Apple.


Jadi, ketika Jobs kembali ke Apple, ia tahu program melisensikan OS Mac harus dibuang. Dia menolak untuk lisensi Mac OS 8 kepada vendor saat dirilis pada tahun 1997, sehingga secara efektif mengakhiri program tersebut.


Jobs sangat percaya dalam mengendalikan pengalaman mengenai totalitas pengguna dari perangkat keras ke perangkat lunak, dan itu tidak bisa dicapai jika akhirnya hardware keluar dari tangan Apple.
 
7. Mempercayai Jonathan Ive
Ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996, Jonathan Ive sudah menjadi kepala tim desain perusahaan. Dia berpikir untuk berhenti, pada kenyataannya ia terus meminta Ive untuk bertahan.

Pada awalnya, Jobs hubungan keduannya tidak ada yang istimwa, sampai suatu saat Ive dan Jobs segera menjadi akrab dan menjadi teman akrab. Mereka menemukan kebersamaan dan eratnya hubungan mereka menjadi elemen kunci dari filosofi desain mereka.


Dan hasilnya bisa dilihat sampai saat ini, dimana produk Apple tidak hanya mengandalkan teknologi terdepan namun juga desain yang selalu menjadi
trendsetter.
Susetyo Dwi Prihadi - detikinet

Minggu, 03 Juni 2012

10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign

Jakarta - Pernahkah Anda berharap ingin berhenti dari pekerjaan sekarang dan mewujudkan mimpi Anda? Bisa saja nasib baik berpihak Anda, seperti orang-orang ini. Mereka bisa mendulang sukses setelah meninggalkan pekerjaan yang memberikan mereka gaji tetap.

Kesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.

Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (26/1/2012).

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard Vines



Dua bersaudara, Shep dan Ian Murray ini merasa frustasi dengan pekerjaan mereka di belakang meja pada sebuah perusahaan di Manhattan. Shep Murray sebelumnya adalah seorang Account Executive di sebuah perusahaan periklanan, sementara Ian Murray bekerja di sebuah perusahaan public relation kecil. Pada tahun 1998, Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.

Mereka selanjutnya mengambil tunai dari kartu kredit untuk mulai mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.

Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Mereka menjual habis 800 dasi dalam pekan pertama. Mereka dengan cepat memasannya lagi, membayar utang dan pindah ke kantor pertamanya. Satu dekade kemudian, bisnis mereka kini meliputi seluruh clothing line.

Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.

2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's Pretzels



Rick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.

Wetzel kemudian menjual Harley Davidson miliknya untuk mendanai bisnis yang dijalankannya di waktu senggang itu. Mereka menggandeng partner untuk menciptakan resep di dapur Phelp. Dan ketika waktunya tiba untuk membuka toko, mereka mencoba meyakinkan pemilik mal untuk datang ke rumah mereka dan mencoba kreasinya. Dan ternyata pemilik mal itu menyukai rasanya, sehingga mau menyewakan tempat untuk toko pertama Wetzel's Pretzels.

Itu adalah tahun 1994. Setahun kemudian, Wetzel dan Phelps mendapatkan keberuntungannya ketika mereka mendapatkan beberapa paket penawaran (untuk berhenti) dari Nestle. Mereka membuka lagi beberapa toko sebelum memutuskan untuk mewaralabakannya pada tahun 1995. Saat ini tercatat ada 250 toko Wetzel's Pretzel di seluruh AS, dengan lokasi di Jepang dan India diharapkan dibuka pada tahun ini. Penjualan di seluruh wilayah diperkirakan mencapai US$ 100 juta dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9% pada tahun 2011.

3. Terry Finley, West Point Thoroughbreds



Terry Finley menyelesaikan tugas militernya pada tahun 1990 ketika dia dan istrinya, Debbie kemudian membeli kuda seharga US$ 5.000. Kuda yang diberi nama Sunbelt itu memenangkan pacuan pertamanya dan Finley pun tersangkut.

"Melakukan apa yang Anda cintai dan membuatnya profesional adalah jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar bekerja untuk hidup," jelas Finley.

West Point Thoroughbreds sekarang membeli 20-25 kuda setiap tahun, membentuk kelompok investor yang dapat meraup laba ketika kuda-kudanya menang, mengembangbiakkan dan menjual. Sejak tahun 2007, kuda-kuda mereka telah memenangkan lebih dari 20% pacuan, sehingga membuat mereka bisa meraup US$ 16 juta. Penjualan tahunan mereka mencapai US$ 7 juta.

4. Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki, Terra Chips



Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki sebelumnya bekerja untuk chef bintang, Jean-Georges Vongerichten di restoran bintang empatnya, Lafayette di New York. Mereka kemudian memutuskan berhenti dan memulai bisnia ketering pertamanya. Mereka ingin menciptakan sebuah sajian khusus untuk disajikan di bar, namun mereka ingin sesuatu yang berbeda dari elaborasi satu piringan penuh sayuran atau crudité platters, yang populer pada saat itu. Jadi pada tahun 1990, mereka bereksperimen dengan menggoreng sayur-sayuran di dapur apartemen kecil Sinkler.

Dan ternyata keripik sayur-sayuran kreasi mereka 'Terra Chips' menjadi sangat populer dan bisa dijual di toko. Sebuah perusahaan swasta membeli 51% saham mereka pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 Hain Celestial membeli Terra Chips sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$ 80 juta dengan 3 perusahaan lain. Pada saat itu, ujar Dzieduszycki , Terra Chips memiliki penjualan hingga US$ 23 juta.

Sinkler dan Dzieduszycki telah bergerak ke perusahaan baru. Sinkler kini telah memulai bisnis restoran baru yang disebut Hubee D's, sementara Dzieduszycki memulai Julian's Recipe, yang menjual waffle beku.

5. Adam Lowry dan Eric Ryan, Method



Adam Lowry dulunya bekerja sebagai ilmuwan iklim, sementara Eric Ryan bekerja di bidang periklanan. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mengembangkan bisnis produk pembersih yang ramah lingkungan, Method. Pada saat itu tidak banyak pilihan untuk produk kebersihan yang tidak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya. Sehingga dua orang yang berteman baik sejak anak-anak itu mulai melakukan riset dan Lowry bahkan mencampur bahan kimia di bak cuci apartemen mereka.

Mereka juga menarik uang tunai dari kartu kredit, dan menggabungkan dana hingga US$ 200.000 dari keluarga, teman dan memulai Method pada tahun 2000. Method telah menjadi sebuah perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika dengan produk sekitar 100 mulai dari sabun tangan hingga sabun cuci piring dan pembersih kamar mandi. Pendapatan kotor perusahaan itu diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

6. Rod Johnstone, J/Boats



Rod Johnstone berusia 38 tahun dan bekerja sebagai sales untuk publikasi kapal ketika memutuskan untuk berhenti dan mewujudkan mimpi perahu layarnya. Ia semula sangat menikmati, namun kemudian merasa pertumbuhannya tidak cukup cepat. Orang tuanya kemudian mendonasikan kayu yang bernilai beberapa ratus dolar, dan Johnstone kemudian mulai membangun kapal di garasinya. Satu setengah tahun kemudian kapal impiannya rampung dan ia mulai mengikutkannya dalam perlombaan. Didorong oleh kesuksesannya, Johnstone memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mewujudkan impiannya.

Itu adalah tahun 1977. Setelah itu, J/Biats telah membangun lebih dari 13.000 kapal, dari yang kecil hingga kapal pesiar mewah sehingga mendatangkan pendapatan hingga jutaan dolar. Desain awal Johnstone, J/24 kini ada di Sailboat Hall of Fame.

7. Andy Schamisso, Inko's White Tea



Pada tahun 2002, Andy Schamisso bekerja sebagai public relations namun tidak merasa nyaman. Suatu hari, ketika istrinya tidak dapat menemukan teh putih yang jarang untuk es tehnya, Schamisso menemukan panggilannya. Ketika sedang mencarinya di internet, ia menemukan keuntungan keseatan dan memutuskan membawa resep istrinya ke orang lain.

Jadi setelah 13 tahun di perusahaan PR, Schamisso memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai Inko’s White Tea, yang dinamakan seperti anjingnya. Setelah mendapatkan cukup uang untuk membuat 6.000 kotak, Schamisso pergi ke jalanan di New York untuk menjual produknya. Setahun kemudian, order sudah beruba dari kardus-kardus ke truk-truk. Saat ini ada 14 jenis Inko’s White Tea di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan tahunan perusahaan mencapai US$ 3 juta.

8. Kim dan Beaver Raymond, Marshmallow Fun Company



Kim dan Beaver Raymond, keduanya sama-sama mengatakan "Saya Berhenti" setelah mainan yang semula mereka ciptakan untuk anak-anak mereka berubah menjadi mainan yang sangat hits. Dua bersaudara itu sebelumnya sama-sama bekerja di industri fesyen. Pada tahun 2002, mereka membuat mainan tembakan dari pipa PVC untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dipicu oleh kesuksesan pertempuran makanan yang mereka saksikan, pasangan itu dan beberapa temannya kemudian menggambarkan bagaimana membangun dan memasarkan mainan baru tersebut.. dan Marshmallow Fun Company terlahir.

Pada tahun 2010, Marshmallow Fun Company menjual lebih dari 7 juta tembakan mainan anak-anak.

9. Rocky Patel, Rocky Patel Cigars



Rocky Patel merupakan pengacara entertainment Hollywood, sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnis cerutu. Setelah didekati untuk kemungkinan memroduksi brand cerutunya sendiri, Patel memutuskan untuk mengubah kecintaannya menjadi sebuah karir. Padahal teman-teman dan koleganya telah mengingatkan dia yang akan meninggalkan praktik hukumnya untuk industri yang ia belum ketahui. Namun Patel melihat sebuah kesempatan untuk menciptakan produk yang ia pikir hilang dari pasar. Jadi iapun meninggalkan bisnis hukum dan mulai memroduksi cerutu pada tahun 1996, mengubah rumahnya di California menjadi kotak tembakau.

Setelah awal yang sangat sulit, Patel memutuskan untuk memindahkan bisnisnya ke Florida dimana sebagian besar perusahaan cerutu AS berada. Ia mendapat sukses besar pada tahun 2003 dengan Rocky Patel Vintage Series yang mendapatkan peringkat tinggi dan pujian.

Rocky Patel Cigars saat ini memroduksi 200.000 cerutu setiap tahunnya, dengan penjualan lebih dari US$ 40 juta pada tahun 2011.

10. Paul English, Kayak



Paul English bekerja di sebuah perusahaan modal, Greylock pada tahun 2004 ketika Steve Hafner yang mendirikan Orbitz mengungkapkan ide untuk membuat perusahaan perjalanan yang berbeda. Setelah melakukan pertemuan selama 1 jam dan 3 gelas minuman, English dan Hafner membentuk Kayak, sebuah mesin pencari perjalanan online. English pun berhenti dari pekerjaannya di Greylock dan mulai menjadi chief technology officer untuk website baru itu.

Kayak menjadi tempat pencarian ratusan situs perjalanan yang lengkap karena ada tarif pesawat, hotel, sewa mobil dan kini berada di peringkat 1 untuk pasar tersebut. Kayak juga menyampaikan dokumen untuk IPO pada tahun 2010, meski hingga kini belum juga dilakukan. Perusahaan tersebut dilaporkan meraup pendapatan hingga US$ 170,6 juta pada 9 bulan pertama di 2011. Kayak memproses 670 juta pengguna informasi perjalanan dan memiliki 5 juta download aplikasi mobile pada periode tersebut.