Tampilkan postingan dengan label Artikel Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2013

Belajar dari Kesalahan

Adakah diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan ? rasanya mustahil jika ada orang yang merasa tak pernah berbuat salah, bahkan seorang Nabi pun pernah melakukan kesalahan. Sebagai seorang manusia, hendaknya kita dapat belajar dari kesalahan yang kita perbuat, baik disengaja ataupun diluar kesengajaan kita. Justru dari kesalahan yang kita buatlah menjadikan kita tahu satu cara lagi untuk menjadi baik. Bagaimana dengan komentar yang kita dengar dari lawan bicara kita yang terkadang menyakitkan ? Saran terbaik adalah Dengarkan.. Terima dengan Lapang Dada... Saring mana komentar yang dapat membangun dan mana yang dapat merusak diri kita... Lakukan Perbaikan...Terus Berusaha... Jangan Menyerah...
  1. van Beethoven diberitahu bahwa ia memiliki sedikit harapan sebagai komposer dan mulai kehilangan pendengaran di tahun 1796, tapi Beethoven terus menulis karya 
  2. Abraham Lincoln kehilangan pekerjaannya (1832), gagal dalam bisnis (1833) dan kalah dalam delapan pemilu (1838-1858), tapi Abraham Lincoln terus berusaha 
  3. Gurunya Thomas A. Edison mengatakan bahwa dia "terlalu bodoh untuk belajar sesuatu", dan menyatakan bahwa ia "menemukan enam ribu cara yang tidak akan bekerja", sementara Thomas A. Edison terus mengembangkan bola lampu. --A journalist once asked Thomas Edison, an American inventor, for the reason he continued his (unsuccessful) attempts to make light by the use of electricity, when he had failed so many times in the past. Edison replied, “Young man, don’t you realize that I have not failed but have successfully discovered six thousand ways that won’t work!”
  4. Walt Disney dipecat, karena bosnya merasa Walt Disney "kekurangan imajinasi". Kemudian, studio MGM mengatakan kepadanya bahwa gagasan Mickey Mouse tidak akan bekerja, tikus raksasa akan menakut-nakuti perempuan, tetapi Walt Disney terus berkarya 
  5. John Grisham ditolak oleh 12 rumah penerbitan dan 16 agen, sebelum novel pertamanya diterima. Grisham adalah saat seorang novelis terlaris. 
  6. Steven Spielberg ditempatkan di kelas belajar bersama anak-anak cacat, sebelum ia putus sekolah selamanya, tapi Steven Spielberg tak berhenti 
  7. Michael Jordan ditinggalkan dari tim basket sekolah tinggi karena ia "kurang keterampilan", tapi Michael Jordanterus berlatih....“I have missed more than 9,000 shots in my career. I have lost almost 300 games. On 26 occasions I have been entrusted to take the game winning shot, and I missed. I have failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed. ~ Michael Jordan
When things go wrong as they sometimes will;
When the road you’re trudging seems all uphill
When the funds are low, and the debts are high
And you want to smile, but have to sigh;
When care is pressing you down a bit-
Rest if you must, but do not quit.
Success is failure turned inside out;
The silver tint of the clouds of doubt;
And you can never tell how close you are
It may be near when it seems so far;
So stick to the fight when you’re hardest hit-
It’s when things go wrong that you must not quit.
http://www.planetofsuccess.com
 
"Allah tidak merubah nasib suatu kaum...hingga kaum tersebutlah yang merubahnya" 
Qs. Ar Rad : 11

Rabu, 20 Februari 2013

5 Tipe Dosen di Kampus


Kita pasti punya satu atau beberapa orang dosen kesayangan. Enggak peduli betapa sulitnya ujian yang mereka kasih, atau betapa anehnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mereka, kita mungkin masih mengidolakan sang dosen ini.

Di kampus, sedikitnya kita akan menemui lima jenis dosen.  Surviving College, Minggu (9/12/2012) merilis daftarnya:

1. Dosen Sempurna


Setidaknya ada satu dosen tipe ini di kampus. Si dosen sempurna biasanya sangat bersahabat dan selalu ada jika kita membutuhkan bantuan. Ujian yang mereka gelar biasanya cukup sulit, tetapi juga enggak terlalu mudah, dan kita akan merasa mendapatkan pencapaian tersendiri jika meraih nilai bagus di kelas yang mereka ampu. Tipe ini selalu menantang kita dalam porsi yang cukup untuk mencapai sesuatu, dan memberi nilai secara adil.

Si dosen sempurna akan menginspirasi kita. Mereka akan membuat kita bekerja lebih giat dari sebelumnya karena kita menyukai perkuliahan mereka. Tidak jarang, dosen tipe ini juga akan memengaruhi keputusan yang akan kita ambil, khususnya terkait urusan akademik. Dosen sempurna adalah dosen yang membuat seseorang mengubah hidup dan selalu kita dengar ceritanya. 

2. Calon Doktor


Tipe dosen calon doktor bisa jadi juga menjadi favorit karena mereka masih menjalani masa kuliah seperti kita. Enggak heran, para dosen jenis ini menaruh simpati lebih pada kehidupan kita di luar kampus.

Dosen tipe ini akan dengan senang hati menolong kita. Selain itu, bisa jadi kelas yang mereka ampu akan berbentuk kelas kecil sehingga mereka bisa memberi lebih banyak waktu untuk konsultasi individual. Kebanyakan dosen di kelompok ini juga berusia muda dan lebih mudah diajak berkomunikasi. Bisa jadi, mereka juga akan menyelipkan satu dua gurauan di kelas sambil tidak lupa memberi tahu apa yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki nilai.

3. Si Licik


Dosen "licik" akan mengajar dengan sangat baik di kelas. Kita akan merasa senang belajar pada mereka. Bahkan, bisa jadi kita enggak pernah bolos satu kali pun sepanjang semester pada mata kuliah mereka.

Tetapi ketika musim ujian tiba, kita akan bingung setengah mati. Pasalnya, kita akan kesulitan mengingat detail materi kuliah karena lebih terngiang soal berbagai anekdot yang disampaikan sang dosen. Padahal, joke dari sang dosen enggak akan masuk soal ujian, kan? Akibatnya, nilai-nilai kita pada mata kuliah si dosen licik biasanya enggak akan terlalu bagus. Tapi, kita pun enggak akan sanggup marah kepada sang dosen, karena kita sangat menyukai mereka.

4. Anak Baru


Si anak baru bisa jadi juga merupakan kandidat doktor, tetapi karakter mereka sedikit berbeda. Dosen yang masuk kelompok ini kurang percaya diri. Dan karena begitu menginginkan para mahasiswa menyukai kelas yang mereka ampu, maka bisa jadi dosen jenis ini akan menyesuaikan gaya mengajarnya dengan rekomendasi yang diberikan para mahasiswa.

Tidak jarang, dosen baru seperti ini akan menjadi sedikit terlalu baik di saat perkuliahan sudah berjalan tidak efisien. Si anak baru juga biasanya sangat menguasai materi kuliah dan memiliki passion tinggi. Namun, mereka sering kesulitan untuk mengomunikasikan informasi yang mereka miliki tersebut. Selain itu, dosen dalam kelompok ini mudah setuju namun sulit memberikan feedback ketika kita minta penjelasan soal nilai.

Dosen tipe ini juga biasanya menyukai jam kerja mereka dan selalu muncul ketika mereka berjanji akan datang. Mereka juga cenderung akan mencoba strategi mengajar yang baru dan terkadang aneh. Singkatnya, si newbie adalah dosen yang mudah dikenali dan mengasyikkan, maka sebaiknya kita menikmati keberadaan dosen jenis ini karena bisa jadi gayanya yang asyik enggak akan bertahan lama.

5. Si Pembenci


Dosen pembenci bisa jadi mengajar hanya karena mengejar pendapatan bulanan. Bisa jadi, mereka sebenarnya ingin melakukan berbagai penelitian atau pensiu, tetapi urung melakukannya karena masalah keuangan.

Tipe dosen ini kerap memberikan kuis dan ujian yang sulit serta menyampaikan materi kuliah dengan cara yang sulit. Mereka tampaknya selalu marah pada sesuatu atau seseorang. Enggak jauh beda dengan Si Licik, kita akan kesulitan mengerjakan soal-soal ujian yang mereka berikan. Tetapi, kita akan merasa sangat marah kepada dosen pembenci ini. 


sumber : Rifa Nadia Nurfuadah
okezone.com

5 Tipe Mahasiswa

Foto: dok. Harvard UniversityDi akhir setiap semester kita biasanya akan melihat berapa nilai yang kita raih untuk setiap mata kuliah yang kita ambil pada semester tersebut. Tidak hanya kita, teman sekelas pun sering kali bertanya tentang nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang kita raih, terkadang hanya sekadar ingin tahu, tetapi ada juga yang bertanya karena iri atau menyombongkan diri.

Kebiasaan mempertanyakan nilai teman-teman sekelas sebenarnya terjadi tidak hanya ketika masa UAS berakhir. Sepanjang semester pun, kita kerap dihujani pertanyaan serupa dari teman-teman tentang nilai kuis atau UTS yang baru saja dibagikan. Coba deh, jika kita perhatikan, kebiasaan teman sekelas tentang nilai ini bisa dikategorikan ke dalam lima tipe seperti dirangkum Surviving College, Sabtu (22/12/2012).

1. Puas
Tipe ini biasanya bahagia dengan nilai yang mereka dapatkan, tidak terlalu gembira atau bersemangat, tetapi cukup puas.  Kelompok mahasiswa ini mendapatkan nilai sesuai harapan. Jadi ketika kertas nilai dibagikan, mereka langsung  memasukkannya ke tas dan bergegas pulang dengan perasaan senang. Mahasiswa di kelompok ini juga tidak segan memberi selamat kepada teman-temannya tentang nilai yang mereka dapatkan.

2. Terkejut
Mahasiswa yang masuk kelompok ini biasanya terkejut dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka pun memberi selamat pada diri sendiri serta menjadi orang paling baik dan bahagia yang pernah kita temui. Kebahagiaan mereka memang bisa menjadi sedikit mengganggu. Mereka akan merayakan nilai bagus ini dengan sesama anggota kelompok lainnya dan menentramkan teman-temannya yang tidak puas dengan nilai mereka.

3. Kecewa
Mendapatkan nilai tidak cukup baik ketika merasa sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk belajar tentu membuat kita kecewa. Inilah yang dirasakan kelompok mahasiswa kecewa. Mereka biasanya merasa telah mengerjakan ujian begitu baik, tapi ternyata nilai mereka lebih rendah dari harapan. Begitu mendapatkan nilai buruk, mereka langsung menyingkirkan kertas ujian dan sulit memberi selamat kepada para penerima nilai bagus.

4. Tidak Puas
Mahasiswa yang tidak puas biasanya akan sangat kecewa jika mereka hanya mendapatkan nilai 90. Mereka berpikir, seharusnya nilai yang diraih adalah 95. Jika mendapat 95, mereka seharusnya bisa mendapat nilai 100. Lalu, jika sudah mendapat nilai 100, mereka gugup tentang nilai pada ujian berikutnya.

Beberapa mahasiswa di kelompok overachiever ini ada yang dengan tulus memberi selamat kepada mahasiswa lain yang mendapatkan nilai bagus. Sementara sebagian lainnya akan mencibir semua orang. Pada kenyataannya, si overachiever akan selalu tidak puas dengan nilai mereka, padahal secara keseluruhan mereka termasuk mahasiswa dengan nilai bagus di kampus.

5. Pejuang
Kelompok ini juga dikenal dengan nama pemburu nilai. Mahasiswa yang masuk dalam kategori ini akan mengejar dosen dan mulai mempertanyakan nilai. Mereka percaya bahwa mereka berhak atas nilai yang lebih tinggi dari yang sudah didapatkan. Anggota kelompok ini juga akan melalui semua proses formal untuk mendapat nilai baru atas hasil ujian mereka. Mahasiswa tipe ini selalu bicara tentang betapa tidak adilnya nilai yang mereka terima, atau tentang betapa sang dosen tidak mengajar dengan baik.  Sumber : Rifa Nadia Nurfuadah
okezone.com










 D

Senin, 05 November 2012

10 Ciri Manusia KREATIF

Roger von Oech, lewat bukunya A Whack on Side of the Head,
menjelaskan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. Coba cocokkan dengan diri Anda, berapa yang sudah dimiliki dan mana lagi yang perlu ditingkatkan... 
1. Suka mencari jawaban kedua
Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.
2. Suka berpikir lunak
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide.
3. Suka menggugat aturan
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin sekarang ada pemecahananya yang lebih efektif.
4. Suka mencoba kemustahilan
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
5. Toleran terhadap hal dilematis
Dalam kenyataan, sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier dan pasti.
6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar.
7. Suka humor dan santai
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan, hal musthail maupun yang keliru.
8. Suka meninjau dunia luar
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
9. Berani berpikir beda
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Jadi, bernilai pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
10. Terbuka terhadap gagasan baru
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai.