Kamis, 07 Februari 2013

DERMAWANnya BILL GATES



Bill Gates: Uang Tak Berguna Buat Saya

London - Orang terkaya kedua di dunia yaitu Bill Gates mempunyai harta US$ 65 miliar atau sekitar Rp 617 triliun. Namun Bos Microsoft ini menyatakan uang tidak berguna baginya.
Pria 57 tahun bernama lengkap William Henry Gates ini menyatakan, selama ini dia telah memberikan uang senilai US$ 28 miliar atau sekitar Rp 266 triliun untuk dana sosial dan juga perawatan penderita penyakit polio di dunia.

"Saat ini saya telah merasa tercukupi dari sisi makanan dan pakaian," ujar Gates seperti dikutip Times of India, Senin (21/1/2013).

"Uang tidak berguna bagi saya dalam posisi saat ini. Uang tersebut lebih berguna untuk membangun sebuah organisasi dan mendapatkan sumber daya untuk memberantas kemiskinan di dunia," kata Gates.

Saat ini Gates memang telah memiliki rumah elit di pinggir danau di Washington dengan nilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Rumah tersebut memiliki sebuah kolam renang dengan perangkat musik bawah air.

Meskipun umurnya sudah 57 tahun, Gates merupakan orang yang tidak pernah beristirahat dan selalu mencari sesuatu yang baru. Gates dan istrinya Melinda sampai saat ini telah mendonasikan US$ 28 miliar uangnya untuk kegiatan amal. Lebih dari US$ 8 miliar disumbangkan untuk kesehatan masyarakat di dunia.

"Kami sangat fokus untuk membantu orang miskin di dunia ini. Kita sebenarnya bisa memberantas penyakit ini secara bersama-sama, seperti yang kami lakukan untuk polio," ujar Gates.

Penyakit polio ini masih menjadi endemic di Nigeria, Pakistan, dan Afganistan. Namun vaksinasi polio ini di negara tersebut terhalang oleh para kelompok Islam garis keras yang menolak vaksin dari pihak barat.

Bill dan istrinya Melinda akan menyumbangkan lagi US$ 1,8 miliar dalam enam tahun ke depan melalui Gates Foundation untuk mencegah terjadinya polio.

Sumber :

Wahyu Daniel - detikfinance

 

OTAK dan JANTUNG



Otak yang Sehat Dipengaruhi oleh Jantung yang Kuat

Jika Anda merasa bahwa kemampuan kognitif Anda menurun secara tiba-tiba, mungkin Anda perlu mewaspadai hal tersebut sebagai sinyal kondisi kesehatan lain yang lebih serius. Peneliti dari Mayo Clinic menemukan bahwa penyakit jantung terkait dengan penurunan kognitif seseorang.
Penurunan kognitif biasanya ditandai dengan menurunnya kemampuan berbahasa, memecahkan masalah dan menilai suatu hal. Sebuah studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa hal tesebut berkaitan dengan penyakit jantung, khususnya pada wanita.

Kondisi tersebut dikenal dengan gangguan otak non-amnestik karena tidak termasuk kehilangan memori. Jenis gangguan kognitif ringan tersebut juga dapat meningkatkan risiko demensia, berdasarkan temuan yang dipublikasikan secara online dalam jurnal JAMA Neurology, hari Senin (28/1) kemarin.

"Penurunan kognitif ringan merupakan tahap penting untuk mendeteksi demensia lebih dini," kata Rosebud Roberts, MB, Ch.B., penulis utama studi dan merupakan peneliti di bidang ilmu kesehatan Mayo Clinic.

Peneliti mengevaluasi kondisi kesehatan 2.719 orang yang berusia 70-89 tahun pada awal penelitian dan setiap 15 bulan sekali. Sekitar 1.450 orang terbukti sehat, sedangkan 669 orang diketahui mengalami masalah jantung.

Sebanyak 59 orang atau 8,8 persen dari sejumlah orang yang didiagnosis dengan masalah jantung tersebut, ternyata mengembangkan kerusakan kognitif ringan non-amnestik. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya baik itu masalah jantung atau gangguan kognitif otak saling terkait.

"Pengobatan terhadap gangguan kognitif, umumnya lebih sulit dari penyakit jantung. Sehingga diperlukan tindakan pencegahan dan penanganan lebih dini terhadap penyakit jantung dapat mengurangi risiko gangguan kognitif dan mencegah demensia," kata Roberts, seperti dilansir Mayoclinic, Kamis (31/1/2013).

Hubungan tersebut bervariasi, tergantung pada jenis kelamin, dimana penyakit jantung dan gangguan kognitif ringan lebih sering muncul bersamaan pada wanita dibandingkan pria.

Sumber :

Linda Mayasari - detikHealth


KPP MADYA JAKARTA TIMUR




Indoor Training Tarhib Ramadhan
Jakarta, 19 Juli 2012

BPKP Perekonomian














Motivasi Peningkatan Kinerja
Puncak  18 Oktober 2012


CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY - for Better ASHOFANIYYAH






INDOOR TRAINING


OUTBOUND TRAINING


SPECIAL EVENT