Berbagi nilai dalam 'Mempertahankan Kesolidan Tim' dalam Training bersama Kader dan Simpatisan Komunitas Aher dan Demiz DPC Jatiasih pada 24 Maret 2013... "Tak ada Kekuatan tanpa Kesatuan dan Takkan Besar tanpa Kebersamaan"...
Rabu, 27 Maret 2013
Riset OTAK AKTIF saat BERDOA dan SHALAT
Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.
Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.
Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.
Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.
Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…
(saifalbattar/ech-chaab.net/arrahmah.com)
STAI ACPRILESMA Indonesia_ LEADER Who Make LEADER
Berbagi informasi tentang pentingnya PEMIMPIN yang BERKARAKTER untuk Perbaikan Bangsa di Masa Depan... bersama STAI ACPRILESMA Indonesia pada acara LDK di Curug Nangka Bogor, 23 Maret 2013, ' Be a Leader who Make Leader'....
Minggu, 24 Februari 2013
Laptop Hilang? Waspada Pencurinya, Selamatkan Datanya
Tingkat kehilangan laptop terutama karena dicuri, dianggap sebagai
keresahan tiada akhir. Betul, itu terkait dengan keamanan publik, tetapi
juga menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga keamanan milik pribadi.
Pada konteks perangkat digital seperti laptop, tentu kita berharap jangan sampai mengalami kejadian tersebut. Jika itu terjadi tentu kita akan berpikir tentang data-data di dalamnya, seperti nomor kontak, user id, password, email, dan data lain yang tersimpan didalamnya.
Apalagi kalau perangkat yang hilang itu juga digunakan untuk aktifitas yang berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang harus dilakukan?
Berikut ini beberapa tips mudah agar -- setidaknya -- data penting bisa selamat, tidak sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak seperti yang dilansir perusahaan keamanan Eset:
1. Password
Kita sering mendengar kata yang satu ini, tetapi tidak semua orang paham mengapa password yang sulit ditembus itu perlu.
Password adalah gerbang pertama yang harus ditaklukan untuk bisa masuk ke laptop, dan mengakses data yang tersimpan di dalamnya. Upaya menaklukan password yang sulit akan memperlambat gerak si pencuri.

Menilai kekuatan password
2. Selalu Backup file-file Anda
Mengapa perlu back up? Jika laptop Anda yang hilang gagal di-recover, backup data bisa menjadi penolong, data dan software tidak hilang begitu saja. Jadi regular backup bisa jadi palang pintu terakhir untuk mempertahankan diri dari pencurian dan kehilangan data.
Saat ini terdapat beberapa macam cara untuk melakukan backup, bahkan bisa backup online juga. Layanan back up online bisa diperoleh dari http://www.backblaze.com/landing/eset.html
3. Software Pelacak
Gunakan Software yang mampu melacak untuk membantu Anda menemukan laptop yang hilang. Bisakah? Melokalisir bahkan mendapatkan kembali laptop yang hilang bukanlah sesuatu yang tidak mungkin sekarang ini.
Terutama jika laptop yang hilang itu dapat mengirimkan informasi keberadaannya dan Anda bisa berkomunikasi dengan perangkat tersebut seperti menggunakan remote control via WEB maupun dengan metode lainnya.
Ya, Anda bisa berkomunikasi dengan orang yang memegang laptop Anda, bisa itu pelaku maupun orang lain. Eset sendiri mengklaim Smart Security versi 6 memiliki fitur pelacak yang dikenal sebagai anti-theft alias anti maling.
Kemampuan ini meliputi capture desktop image, men-triger kamera pada laptop untuk mengirimkan gambar, dan mengirimkan lokasi laptop.

4. Jangan Asal Tinggalkan Laptop
Meninggalkan komputer jinjing tanpa pengawasan seperti di dalam mobil, bandara, maupun di restoran sama saja dengan mengundang pencuri untuk mengambil laptop dan Anda.
Berdasarkan survei yang dilakukan Eset, kasus-kasus kehilangan laptop banyak terjadi di mobil dan fasilitas umum. Seperti ditunjukan pada gambar. Pengawasan laptop ini adalah murni langkah preventif yang bisa dilakukan pemilik agar laptop tidak hilang.

Tempat-tempat rawan pencurian laptop.
5. Enkripsi Data Penting
Menyimpan data sensitif atau data penting dalam file yang dienkripsi akan mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan data yang tersimpan tersebut saat komputer Anda hilang dicuri.
File encryption bisa didapat di Sistem operasi Microsoft Windows maupun apple Mac OS X. Langkah ini lebih mudah dilakukan ketimbang sebelumnya, sehingga tingkat kerugian bisa ditekan seiring perkembangan teknologi saat ini (tidak seperti tahun-tahun yang lalu).
Tips Tambahan
Usahakan untuk tidak menyimpan data penting di laptop. Data tersebut memang dibutuhkan oleh komputer Anda, tetapi tidak harus disimpan di satu tempat di laptop. Simpan data penting tersebut dalam file yang dienkripsi kemudian simpan di media lain seperti USB, sehingga terpisah dari komputer.
Atau simpan saja data penting yang berhubungan dengan pekerjaan di server kantor, lalu jika dibutuhkan, Anda bisa mengakses data tersebut secara remote, dan jangan lupa gunakan koneksi yang aman saat mengaksesnya. Cara itu mampu memperkecil risiko kehilangan laptop.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia menyampaikan, fitur anti maling pada software antivirus Eset diperuntukan bagi perangkat yang sering kita gunakan sehari-hari sekaligus menjadi sasaran pencurian belakangan ini.
"Secara keamanan fisik, kombinasi anti maling dan anti malware untuk keamanan digital mutlak diperlukan," pungkasnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/2/2013).
Apa yang harus dilakukan jika laptop hilang?
-. Laporkan ke polisi atau petugas keamanan
-. Ganti password email anda
-. Ganti password social media (facebook/twitter)
-. Ganti password internet banking, periksa juga transaksi yang mencurigakan yang ada pada hari itu.
sumber:
Ardhi Suryadhi - detikinet
Pada konteks perangkat digital seperti laptop, tentu kita berharap jangan sampai mengalami kejadian tersebut. Jika itu terjadi tentu kita akan berpikir tentang data-data di dalamnya, seperti nomor kontak, user id, password, email, dan data lain yang tersimpan didalamnya.
Apalagi kalau perangkat yang hilang itu juga digunakan untuk aktifitas yang berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang harus dilakukan?
Berikut ini beberapa tips mudah agar -- setidaknya -- data penting bisa selamat, tidak sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak seperti yang dilansir perusahaan keamanan Eset:
1. Password
Kita sering mendengar kata yang satu ini, tetapi tidak semua orang paham mengapa password yang sulit ditembus itu perlu.
Password adalah gerbang pertama yang harus ditaklukan untuk bisa masuk ke laptop, dan mengakses data yang tersimpan di dalamnya. Upaya menaklukan password yang sulit akan memperlambat gerak si pencuri.

Menilai kekuatan password
2. Selalu Backup file-file Anda
Mengapa perlu back up? Jika laptop Anda yang hilang gagal di-recover, backup data bisa menjadi penolong, data dan software tidak hilang begitu saja. Jadi regular backup bisa jadi palang pintu terakhir untuk mempertahankan diri dari pencurian dan kehilangan data.
Saat ini terdapat beberapa macam cara untuk melakukan backup, bahkan bisa backup online juga. Layanan back up online bisa diperoleh dari http://www.backblaze.com/landing/eset.html
3. Software Pelacak
Gunakan Software yang mampu melacak untuk membantu Anda menemukan laptop yang hilang. Bisakah? Melokalisir bahkan mendapatkan kembali laptop yang hilang bukanlah sesuatu yang tidak mungkin sekarang ini.
Terutama jika laptop yang hilang itu dapat mengirimkan informasi keberadaannya dan Anda bisa berkomunikasi dengan perangkat tersebut seperti menggunakan remote control via WEB maupun dengan metode lainnya.
Ya, Anda bisa berkomunikasi dengan orang yang memegang laptop Anda, bisa itu pelaku maupun orang lain. Eset sendiri mengklaim Smart Security versi 6 memiliki fitur pelacak yang dikenal sebagai anti-theft alias anti maling.
Kemampuan ini meliputi capture desktop image, men-triger kamera pada laptop untuk mengirimkan gambar, dan mengirimkan lokasi laptop.

4. Jangan Asal Tinggalkan Laptop
Meninggalkan komputer jinjing tanpa pengawasan seperti di dalam mobil, bandara, maupun di restoran sama saja dengan mengundang pencuri untuk mengambil laptop dan Anda.
Berdasarkan survei yang dilakukan Eset, kasus-kasus kehilangan laptop banyak terjadi di mobil dan fasilitas umum. Seperti ditunjukan pada gambar. Pengawasan laptop ini adalah murni langkah preventif yang bisa dilakukan pemilik agar laptop tidak hilang.

Tempat-tempat rawan pencurian laptop.
5. Enkripsi Data Penting
Menyimpan data sensitif atau data penting dalam file yang dienkripsi akan mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan data yang tersimpan tersebut saat komputer Anda hilang dicuri.
File encryption bisa didapat di Sistem operasi Microsoft Windows maupun apple Mac OS X. Langkah ini lebih mudah dilakukan ketimbang sebelumnya, sehingga tingkat kerugian bisa ditekan seiring perkembangan teknologi saat ini (tidak seperti tahun-tahun yang lalu).
Tips Tambahan
Usahakan untuk tidak menyimpan data penting di laptop. Data tersebut memang dibutuhkan oleh komputer Anda, tetapi tidak harus disimpan di satu tempat di laptop. Simpan data penting tersebut dalam file yang dienkripsi kemudian simpan di media lain seperti USB, sehingga terpisah dari komputer.
Atau simpan saja data penting yang berhubungan dengan pekerjaan di server kantor, lalu jika dibutuhkan, Anda bisa mengakses data tersebut secara remote, dan jangan lupa gunakan koneksi yang aman saat mengaksesnya. Cara itu mampu memperkecil risiko kehilangan laptop.
Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia menyampaikan, fitur anti maling pada software antivirus Eset diperuntukan bagi perangkat yang sering kita gunakan sehari-hari sekaligus menjadi sasaran pencurian belakangan ini.
"Secara keamanan fisik, kombinasi anti maling dan anti malware untuk keamanan digital mutlak diperlukan," pungkasnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/2/2013).
Apa yang harus dilakukan jika laptop hilang?
-. Laporkan ke polisi atau petugas keamanan
-. Ganti password email anda
-. Ganti password social media (facebook/twitter)
-. Ganti password internet banking, periksa juga transaksi yang mencurigakan yang ada pada hari itu.
sumber:
Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 20 Februari 2013
5 Tipe Dosen di Kampus
Kita pasti punya satu atau beberapa orang dosen kesayangan. Enggak peduli betapa sulitnya ujian yang mereka kasih, atau betapa anehnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mereka, kita mungkin masih mengidolakan sang dosen ini.
Di kampus, sedikitnya kita akan menemui lima jenis dosen. Surviving College, Minggu (9/12/2012) merilis daftarnya:
1. Dosen Sempurna
Setidaknya ada satu dosen tipe ini di kampus. Si dosen sempurna biasanya sangat bersahabat dan selalu ada jika kita membutuhkan bantuan. Ujian yang mereka gelar biasanya cukup sulit, tetapi juga enggak terlalu mudah, dan kita akan merasa mendapatkan pencapaian tersendiri jika meraih nilai bagus di kelas yang mereka ampu. Tipe ini selalu menantang kita dalam porsi yang cukup untuk mencapai sesuatu, dan memberi nilai secara adil.
Si dosen sempurna akan menginspirasi kita. Mereka akan membuat kita bekerja lebih giat dari sebelumnya karena kita menyukai perkuliahan mereka. Tidak jarang, dosen tipe ini juga akan memengaruhi keputusan yang akan kita ambil, khususnya terkait urusan akademik. Dosen sempurna adalah dosen yang membuat seseorang mengubah hidup dan selalu kita dengar ceritanya.
2. Calon Doktor
Tipe dosen calon doktor bisa jadi juga menjadi favorit karena mereka masih menjalani masa kuliah seperti kita. Enggak heran, para dosen jenis ini menaruh simpati lebih pada kehidupan kita di luar kampus.
Dosen tipe ini akan dengan senang hati menolong kita. Selain itu, bisa jadi kelas yang mereka ampu akan berbentuk kelas kecil sehingga mereka bisa memberi lebih banyak waktu untuk konsultasi individual. Kebanyakan dosen di kelompok ini juga berusia muda dan lebih mudah diajak berkomunikasi. Bisa jadi, mereka juga akan menyelipkan satu dua gurauan di kelas sambil tidak lupa memberi tahu apa yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki nilai.
3. Si Licik
Dosen "licik" akan mengajar dengan sangat baik di kelas. Kita akan merasa senang belajar pada mereka. Bahkan, bisa jadi kita enggak pernah bolos satu kali pun sepanjang semester pada mata kuliah mereka.
Tetapi ketika musim ujian tiba, kita akan bingung setengah mati. Pasalnya, kita akan kesulitan mengingat detail materi kuliah karena lebih terngiang soal berbagai anekdot yang disampaikan sang dosen. Padahal, joke dari sang dosen enggak akan masuk soal ujian, kan? Akibatnya, nilai-nilai kita pada mata kuliah si dosen licik biasanya enggak akan terlalu bagus. Tapi, kita pun enggak akan sanggup marah kepada sang dosen, karena kita sangat menyukai mereka.
4. Anak Baru
Si anak baru bisa jadi juga merupakan kandidat doktor, tetapi karakter mereka sedikit berbeda. Dosen yang masuk kelompok ini kurang percaya diri. Dan karena begitu menginginkan para mahasiswa menyukai kelas yang mereka ampu, maka bisa jadi dosen jenis ini akan menyesuaikan gaya mengajarnya dengan rekomendasi yang diberikan para mahasiswa.
Tidak jarang, dosen baru seperti ini akan menjadi sedikit terlalu baik di saat perkuliahan sudah berjalan tidak efisien. Si anak baru juga biasanya sangat menguasai materi kuliah dan memiliki passion tinggi. Namun, mereka sering kesulitan untuk mengomunikasikan informasi yang mereka miliki tersebut. Selain itu, dosen dalam kelompok ini mudah setuju namun sulit memberikan feedback ketika kita minta penjelasan soal nilai.
Dosen tipe ini juga biasanya menyukai jam kerja mereka dan selalu muncul ketika mereka berjanji akan datang. Mereka juga cenderung akan mencoba strategi mengajar yang baru dan terkadang aneh. Singkatnya, si newbie adalah dosen yang mudah dikenali dan mengasyikkan, maka sebaiknya kita menikmati keberadaan dosen jenis ini karena bisa jadi gayanya yang asyik enggak akan bertahan lama.
5. Si Pembenci
Dosen pembenci bisa jadi mengajar hanya karena mengejar pendapatan bulanan. Bisa jadi, mereka sebenarnya ingin melakukan berbagai penelitian atau pensiu, tetapi urung melakukannya karena masalah keuangan.
Tipe dosen ini kerap memberikan kuis dan ujian yang sulit serta menyampaikan materi kuliah dengan cara yang sulit. Mereka tampaknya selalu marah pada sesuatu atau seseorang. Enggak jauh beda dengan Si Licik, kita akan kesulitan mengerjakan soal-soal ujian yang mereka berikan. Tetapi, kita akan merasa sangat marah kepada dosen pembenci ini.
sumber : Rifa Nadia Nurfuadah
5 Tipe Mahasiswa
Di akhir setiap semester kita biasanya akan melihat berapa nilai yang
kita raih untuk setiap mata kuliah yang kita ambil pada semester
tersebut. Tidak hanya kita, teman sekelas pun sering kali bertanya
tentang nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang kita raih, terkadang
hanya sekadar ingin tahu, tetapi ada juga yang bertanya karena iri atau
menyombongkan diri. Kebiasaan mempertanyakan nilai teman-teman sekelas sebenarnya terjadi tidak hanya ketika masa UAS berakhir. Sepanjang semester pun, kita kerap dihujani pertanyaan serupa dari teman-teman tentang nilai kuis atau UTS yang baru saja dibagikan. Coba deh, jika kita perhatikan, kebiasaan teman sekelas tentang nilai ini bisa dikategorikan ke dalam lima tipe seperti dirangkum Surviving College, Sabtu (22/12/2012).
1. Puas
Tipe ini biasanya bahagia dengan nilai yang mereka dapatkan, tidak terlalu gembira atau bersemangat, tetapi cukup puas. Kelompok mahasiswa ini mendapatkan nilai sesuai harapan. Jadi ketika kertas nilai dibagikan, mereka langsung memasukkannya ke tas dan bergegas pulang dengan perasaan senang. Mahasiswa di kelompok ini juga tidak segan memberi selamat kepada teman-temannya tentang nilai yang mereka dapatkan.
2. Terkejut
Mahasiswa yang masuk kelompok ini biasanya terkejut dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka pun memberi selamat pada diri sendiri serta menjadi orang paling baik dan bahagia yang pernah kita temui. Kebahagiaan mereka memang bisa menjadi sedikit mengganggu. Mereka akan merayakan nilai bagus ini dengan sesama anggota kelompok lainnya dan menentramkan teman-temannya yang tidak puas dengan nilai mereka.
3. Kecewa
Mendapatkan nilai tidak cukup baik ketika merasa sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk belajar tentu membuat kita kecewa. Inilah yang dirasakan kelompok mahasiswa kecewa. Mereka biasanya merasa telah mengerjakan ujian begitu baik, tapi ternyata nilai mereka lebih rendah dari harapan. Begitu mendapatkan nilai buruk, mereka langsung menyingkirkan kertas ujian dan sulit memberi selamat kepada para penerima nilai bagus.
4. Tidak Puas
Mahasiswa yang tidak puas biasanya akan sangat kecewa jika mereka hanya mendapatkan nilai 90. Mereka berpikir, seharusnya nilai yang diraih adalah 95. Jika mendapat 95, mereka seharusnya bisa mendapat nilai 100. Lalu, jika sudah mendapat nilai 100, mereka gugup tentang nilai pada ujian berikutnya.
Beberapa mahasiswa di kelompok overachiever ini ada yang dengan tulus memberi selamat kepada mahasiswa lain yang mendapatkan nilai bagus. Sementara sebagian lainnya akan mencibir semua orang. Pada kenyataannya, si overachiever akan selalu tidak puas dengan nilai mereka, padahal secara keseluruhan mereka termasuk mahasiswa dengan nilai bagus di kampus.
5. Pejuang Kelompok ini juga dikenal dengan nama pemburu nilai. Mahasiswa yang masuk dalam kategori ini akan mengejar dosen dan mulai mempertanyakan nilai. Mereka percaya bahwa mereka berhak atas nilai yang lebih tinggi dari yang sudah didapatkan. Anggota kelompok ini juga akan melalui semua proses formal untuk mendapat nilai baru atas hasil ujian mereka. Mahasiswa tipe ini selalu bicara tentang betapa tidak adilnya nilai yang mereka terima, atau tentang betapa sang dosen tidak mengajar dengan baik. Sumber : Rifa Nadia Nurfuadah

D
Kamis, 07 Februari 2013
STRATEGI KERJA CEPAT
3 Strategi Kerja Cepat Setiap
Hari
VIVAnews -
Bagi sebagian karyawan, perkembangan teknologi justru dapat menjadi petaka yang
mengancam karier di masa depan. Seorang profesional yang dituntut untuk dapat
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan pentingnya setiap hari malah seperti
kehilangan kekuatan dan fokus karena terlalu sibuk mengerjakan hal-hal yang
sangat menguras waktu dan perhatiannya.
Hal-hal
kecil yang dimaksud mulai dari sekadar membalas email, mem-browsing berita,
sampai meng-update status di situs jejaring. Tindakan ini seolah mendesak,
tetapi tidak membawa dampak signifikan. Wajar saja jika produktivitas mereka
menurun drastis.
Pekerjaan
sebanyak apapun dapat diselesaikan, jika Anda melakukan pengaturan kerja yang
tepat. Bahkan pekerjaan yang tertunda pun akhirnya dapat diselesaikan sebelum
tenggat waktu. Bagaimanakah cara pengaturan kerja tersebut? Berikut tipsnya.
1. Catat
Rencana
kerja yang menumpuk, tidak bisa hanya mengandalkan ingatan semata. Bahkan
hal-hal detail pun harus segera Anda 'rekam' begitu terlintas di benak. Jika
tidak, maka ide-ide brilian tersebut akan 'menguap' entah kemana.
Hal ini bisa
terjadi karena di era infomasi seperti sekarang ini setiap saat pikiran
dibajiri oleh data dan informasi yang jumlahnya hampir tak terhingga setiap
detiknya. Maka itu, siapkanlah selalu buku catatan saku ke mana pun Anda
berada. Jangan sampai ada yang terlewat.
2. Tentukan
prioritas
Setelah
semua ide dan rencana kerja Anda telah dicatat, langkah berikutnya adalah
membuat daftar prioritas tergantung dari 'peran' Anda. Hal ini menjadi sangat
relevan karena setiap peran memiliki prioritas yang berbeda-beda. Untuk hal-hal
penting di peran Anda sebagai bawahan, belum tentu juga penting ketika Anda
harus berperan sebagai pimpinan atau mitra kerja.
3. Follow up
& Review
Buatlah
komitmen dalam diri bahwa hari ini Anda harus benar-benar melaksanakan apa yang
telah Anda catat di catatan saku tersebut sesuai prioritas dan peran yang telah
Anda tetapkan. Jika Anda sungguh-sungguh dapat menyelesaikan semua rencana di
hari itu, berilah 'hadiah' kecil bagi diri Anda sendiri.
Berlaku juga
sebaliknya, jika Anda tidak dapat menyelesaikan rencana kerja harian Anda
tersebut maka berilah 'hukuman. Misalnya, Anda tidak boleh memakan menu favorit
di hari itu. Lalu, ulangi lagi langkah di atas untuk menangkap ide serta
membuat rencana kerja harian Anda.
Sumber :
By Petti
Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
Langganan:
Postingan (Atom)







