Senin, 08 Oktober 2012

Presentasi ala STEVE JOBS

EO Apple almarhum Steve Jobs banyak disebut sebagai salah satu
orang di dunia yang paling sukses dalam penyampaian materi presentasi.
Bukan hanya sukses membuat orang terpaku mendengarkan apa
yang ia sampaikan, cara berpresentasi yang disampaikan Jobs bahkan menjadi
rujukan jutaan orang di dunia.
Agar kemampuan berbicara di depan umum terus mengalami peningkatan,
tidak ada salahnya kita intip tips dari sosok legendaris ini. Dikutip dari
BussinessWeek.com berikut rahasia presentasi sukses ala Steve Jobs:



1. Buat tema khusus
Sebelum memulai presentasi, siapkan satu tema khusus yang akan kita
hadirkan ke tengah-tengah audiens pada hari itu. Tidak perlu membuat
tema yang ribet, cukup fokuskan pada pesan atau fokus yang menjadi inti
dari materi kita pada saat tampil.

2. Tunjukkan antusiasme
Agar pendengar tidak terkantuk-kantuk sepanjang sesi presentasi,
orang yang berbicara harus menunjukkan semangat selama menyampaikan
materi presentasi yang disampaikan. Dalam tiap presentasinya, Jobs sering
menggunakan kata amazing, cool, dan extraordinary ketika memperkenalkan
berbagai fitur yang dimiliki perangkat andalannya saat itu.

3. Jelaskan poin-poin penting yang ingin disampaikan
Sebelum mulai presentasi, Jobs selalu menjelaskan kepada audiensnya
ada berapa poin penting yang ingin ia sampaikan dalam presentasinya
saat itu. Memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan mengikuti
alur sesuai garis besar yang kita sampaikan, membantu pendengar lebih
mudah menyimak materi yang disampaikan.

4. Buat angka menjadi berarti
Kalau kita punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi,
manfaatkanlah sampai optimal. Memberikan data melalui angka, terutama
apabila angka yang kita sampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik
perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak.

5. Latihan, latihan, latihan
Agar materi yang disampaikan dapat dibicarakan dengan lancar, tentunya
latihan sangat diperlukan. Kesuksesan presentasi yang dilakukan
Jobs kabarnya lahir dari belasan jam yang ia relakan untuk melatih terusmenerus
penyampaian presentasinya. Jangan lupakan juga detil penting,
seperti slide yang menarik atau tulisan yang jelas terbaca sebagai bagian
dari persiapan.

6. Jangan pusingkan hal kecil
Persiapan puluhan jam boleh saja dilakukan tapi ketika saatnya tampil
bukan tidak mungkin ada hal yang tidak diinginkan malah terjadi. Kalau
muncul kejadian di luar rencana, santai saja. Ketika ada salah satu slide interaktifnya
tidak berfungsi, Jobs ternyata hanya memilih tertawa dan sesegera mungkin beralih ke topik
selanjutnya. Yang penting mencoba tetap have fun.

@Republika 20120421

Selasa, 07 Agustus 2012

Tersenyumlah dan Stres pun Mereda

 Logo 7 Agustus 2012

TERSENYUM tak hanya menggerakkan otot mata dan mulut. Namun senyuman berefek menurunkan denyut jantung saat Anda mengalami stres. Intinya, senyuman dapat meredakan stres.

"Lain kali jika Anda terjebak dalam kemacetan lalu lintas atau mengalami kejadian stres lainnya, cobalah memegang wajah kemudian tersenyum sejenak," kata peneliti Saran Pressman dari University of Kansas, Amerika Serikat.

Dalam studi yang dipublikasikan jurnal Psychological Science, Pressman menjelaskan tersenyum tidak hanya membantu psikologis seseorang, tetapi sebenarnya membantu meningkatkan kesehatan jantung.

Penelitian itu melibatkan relawan 169 mahasiswa. Mereka dilatih memegang sumpit dengan mulut mereka dan sumpit memaksanya tersenyum. Kemudian para peneliti melatih mereka baik dalam senyum mode standar di mana hanya mulut yang tersenyum dan senyuman 'Duchenne' yaitu tersenyum 'asli' dengan ekspresi netral yang membutuhkan gerakan otot-otot wajah.

Sementara sumpit di mulut mereka, para relawan melakukan rangkaian tugas yang dikategorikan memicu stres yaitu meletakkan tangan mereka di air berisi es. Hasilnya mereka yang dilatih tersenyum 'asli' detak jantungnya lebih stabil. (MI/RRN)

Memberi Maaf Menyehatkan Jantung

Logo 6 Agustus 2012

PENGHINAAN dan kejahatan pasti membuat kita sakit bahkan patah hati bila disimpan selama bertahun-tahun. Ketidakmampuan untuk melepaskan dan melupakan kenangan buruk dan negatif bisa mempengaruhi kesehatan jantung. Itu juga bisa mendorong kenaikan tekanan darah dan serangan stroke.

Fakta tersebut disimpulkan penelitian ahli di University of California, San Diego. Mereka melakukan penelitian mengenai luka lama secara emosional dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Penelitian melibatkan 200 partisipan. Mereka diminta membenamkan diri dalam kenangan dan menghidupkan kembali ke saat-saat mereka merasa diperlakukan tak adil dan merasa tersinggung.

Kemudian, peneliti meminta partisipan mengalihkan perhatian, lalu kembali mengingatkan kenangan mereka. Partisipan yang memaafkan pelaku dengan damai sebagai reaksi dari penelitian, ditunjukkan dengan sensor.

Detak jantung mereka tergolong baik. Tapi bagi mereka yang tidak atau belum memaafkan, sensor menunjukkan detak jantung yang tak teratur (palpitasi).

Menurut ilmuwan, episodik tinggi tekanan darah tidak bisa dikatakan berbahaya. Tapi, jika seseorang berada pada kondisi itu, akan meningkatkan risiko serangan jantung.(geniusbeauty/***)

Jumat, 29 Juni 2012

LAMARANMU KUTOLAK ! (Persiapan Sebelum NIKAH)

(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna)

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru
pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka
menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang
lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut'
sang perempuan muda, dari sisinya.

"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang muda.
"Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? " tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
"Ya Pak, sangat mengenalnya, " jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
"Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!" balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu serasa 'membeli kucing dalam karung' kan, aku
takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang
lelaki muda. Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."

"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya.
"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di
Kampus," jawab sang muda, percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat."
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok
mau ngatur keluargamu?"

Sang perempuan membisik lagi, membantu, "Ayah, dia pinter lho."
"Kamu lulusan mana?"
"Saya lulusan Teknik Elektro UI Pak. UI itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?"
"Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya
saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak."
"Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?"


Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?"
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu."
"Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak
terlalu laku."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?"

Bisikan kembali, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?"
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf."
"Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."


Bisikan, "Dia jago IT lho Pak"
"Kamu bisa apa itu, internet?"
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net."
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu."

Bisikan, "Tapi Ayah..."
"Kamu kesini tadi naik apa?"
"Mobil Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya'. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik."
"Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir"
"Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Memangnya anakku supir?"

Bisikan, "Ayahh.."
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini."
"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"


Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Hadits?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, "Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula."
Sang setengah baya tersenyum, "Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih."
Mata sang muda ikut berkaca-kaca.


Ini harus happy ending, bukan?

taken from http://dianv3.multiply.com

Sabtu, 23 Juni 2012

HIDUP BERBIAYA 4,484 MILYAR RUPIAH SETAHUN

Teman teman jika kita mau melakukan hitung hitungan sederhana untuk mengetahui seberapa berharga sih hidup kita , maka cara berikut bisa digunakan.

Pertama : Cobalah datang ke apotek terdekat dan belilah oksigen murni disana dengan merek OXYCAN , harganya jika belum berubah adalah Rp.21.500,-.


Kedua : Hiruplah oksigen murni itu , biasanya kalau dihirup selama 2 detik maka oksigen itu akan habis dalam 75 kali pemakaian .
Sehingga oksigen seharga Rp.21.500,- hanya bisa dipakai dalam waktu : (2 detik X 75) = 150 detik = 2,5 menit . 
Dengan kata lain biaya kita bernafas selama 2,5 menita adalah Rp.21.500,-

Ketiga : Sekarang jika teman teman menghitung berapa biaya kita memakai oksigen murni selama 1 jam , 1 hari , 1 bulan dan 1 tahun ? Maka hasil kalkulasinya didapatkan seperti ini :


1 jam (24 tabung x 2,5 mnt)= 24xRp. 21.500= Rp. 516.000,- ( biaya bernafas 1 jam)

1 hari (24 jam) = 24 x Rp. 516.000,- = Rp. 12.384.000,-( biaya bernafas 1 hari )
1 tahun (360 hari) = 360 x Rp. 12,384.000,- = Rp. 4,484.240.000,- ( biaya bernafas 1 tahun )


Nah sudah mulai kelihatan betapa berharga hidup kita ini


Keempat : Jika sekarang saya menghitung berapa biaya oksigen atau biaya bernafas hingga usia saya yang ke 43 tahun ini Maka saya harus mengeluarkan biaya sebesar :


43 tahun x biaya bernafas setahun = 43 x Rp.4.484.240.000,- = Rp. 192.822.320.000


Jadi BIAYA HIDUP SAYA selama 43 tahun , jika dibulatkan adalah sebesar 192,8 milyar rupiah .


Kelima : Jika teman teman ingin membuat perkiraan biaya bernafas berdasarkan kalkulasi diatas maka hasil hasil hitung hitungan saya seperti ini :


Usia 15 tahun biaya bernafasnya Rp. 67,263,600,000
Usia 20 tahun biaya bernafasnya Rp .89,164,800,000
Usia 25 tahun biaya bernafasnya Rp.111,456,000,000
Usia 30 tahun biaya bernafasnya Rp.133,747,200,000
Usia 35 tahun biaya bernafasnya Rp.156,038,400,000
Usia 40 tahun biaya bernafasnya Rp.178,329,600,000
Usia 45 tahun biaya bernafasnya Rp. 200,620,800,000
………

Ingat , kita baru menghitung biaya hidup jika seandainya kita membayar udara yang kita hirup.Belum lagi kalau kita memasukkn unsur unsur lain yang begitu banyak untuk dihitung

Teman teman alangkah sayangnya jika hidup semahal itu , kita kelola dengan asal asalan .Mestinya dengan harga hidup semahal itu , maka sudah seharusnya kita menghasilkan karya TINGGI , BESAR dan MAHAL dalam kehidupan ini.


Ini adalah cara berpikir seorang hamba yang senantiasa bersyukur kepada NYA
taken from Mr Akhmad Arqom... Barakallah

Selasa, 19 Juni 2012

10 Tips Agar Anda & si Kecil Nyaman Pergi Liburan

logoJakarta - Pergi bersama buah hati dan suami saat liburan memang sangat menyenangkan. Selain bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, si kecil pun akan merasa senang. Namun, anak Anda juga bisa stres atau rewel karena suasana di lokasi membuat dia tidak nyaman.

Untuk itu, ada baiknya Anda menyimak sepuluh hal berikut yang perlu diperhatikan saat membawa si kecil liburan. Inilah penjelasannya seperti dikutip dari She Knows.

1. Gunakan Pakaian dengan Warna yang Sama
Anda, suami, beserta si kecil disarankan menggunakan pakaian dengan warna yang sama. Hal ini untuk mengantisipasi keramaian tempat wisata yang dapat membuat balita hilang dari pandangan. Pakai warna-warna terang yang cukup mencolok agar mudah menemukan suami atau balita Anda ketika tidak sengaja berpisah.

2. Mengajak Baby Sitter Jika Anak Lebih dari Satu
Ketika Anda hendak pergi liburan bersama anak-anak dan suami tidak bisa ikut mendampingi, sebaiknya ajak baby sitter. Hal ini penting agar baby sitter bisa turut membantu menjaga anak-anak Anda.

3. Pergi ke Toilet Sebelum Menjelajahi Tempat Wisata
Ajak anak pergi ke toilet sebelum berkeliling area wisata. Jika si kecil memakai popok, gantilah pampersnya dengan yang baru supaya nyaman saat menikmati fasilitas di tempat wisata. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak menjadi rewel.

4. Pasangkan Pita Pada Baju atau Kaos Kaki Anak
Anda perlu memasangkan tanda, seperti pita di baju atau kaos kaki si buah hati sebagai petunjuk bila dia benar-benar hilang. Hal itu guna membantu petugas mencari anak Anda. Namun akan lebih baik jika Anda selalu memegang erat tangannya dan tidak pernah mengalihkan pengawasan dari sang buah hati.

5. Pilih Tempat Wisata yang Bisa Dinikmati oleh si Kecil
Jangan pilih tempat wisata yang menyeramkan atau menegangkan sehingga membuat anak tidak nyaman. Anda dapat pergi ke lokasi yang menyenangkan bagi anak, seperti kebun binatang, tempat wisata yang banyak wahana permainan anak, atau acara festival. Bila ingin mengajak liburan ke semua tempat, atur waktu yang sebaik mungkin supaya anak tidak sakit karena kelelahan.

6. Hindari Wisata yang Membuat Anak Takut
Jangan memaksakan kehendak diri sendiri karena ingin menonton suatu pertunjukan atau sirkus. Perhatikan juga apakah anak takut atau tidak datang ke pertunjukan tersebut. Jika iya, hindari pergi ke lokasi yang bikin anak takut karena dia bisa menjadi rewel saat pergi ke sana.

7. Perhatikan Tempramen Anak
Anda juga perlu mempertimbangkan tempramen si kecil. Jika dia begitu aktif, sebaiknya letakkan si kecil di kereta dorong agar dia tidak dapat pergi dari Anda. Namun, kalau dia tidak mau menggunakan stroller, sebaiknya teruslah menggandeng serta mengawasinya agar tidak lepas dari pandangan.

8. Bermain Game atau Menyanyikan Lagu
Saat liburan tiba, hampir semua lokasi wisata dipenuhi pengunjung. Keramaian tersebut dapat membuat Anda menghadapi antrian untuk menikmati hiburan di lokasi. Akan tetapi, antrian yang panjang dan berdesakkan bisa bikin anak rewel. Oleh karena itu, lebih baik buat permainan singkat atau menyanyikan lagu favorit si kecil saat mengantri supaya dia tidak bosan.

9. Membawa Kereta Dorong
Mungkin banyak yang berpikiran kalau kereta dorong tidak begitu penting dan cukup membuat repot. Namun ternyata, membawa kereta dorong saat pergi liburan bisa mengurangi beban Anda. Si kecil yang merasa lelah dapat Anda naikkan ke stroller agar tidak rewel atau berkeliaran.

10. Bawa Persediaan Makanan
Selain mengurangi biaya perjalanan, membawa makanan sendiri dari rumah adalah cara terbaik untuk membuat liburan menyenangkan. Anda tidak perlu lagi membeli makanan tidak sehat yang mungkin bisa mengganggu liburan. Sediakan susu kotak untuk anak, roti isi, makanan ‘berat’ dalam wadah yang tertutup, dan buah-buahan demi kenyamanan kalian.

(rma/rma)

7 Tips Jitu Agar Performa Kerja Disukai Atasan

logoJakarta - Bisa menjadi kesayangan atasan di kantor merupakan keinginan setiap karyawan. Bagaimana tidak? Selain dapat mempermudah kenaikan jabatan, Anda juga bisa mendapatkan banyak pengalaman serta ilmu dari si bos.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu agar Anda tidak dicap sebagai 'si penjilat' oleh rekan kerja lainnya. Jika Anda memakai cara yang positif dan benar, serta tidak melupakan sikap yang profesional sebagai karyawan, maka tidak masalah Anda melakukan cara-cara berikut ini, seperti dikutip dari All Women Stalk.

1. Minta Saran

Anda tidak akan pernah tahu akan sesuatu jika tidak pernah bertanya. Jadi saat Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek yang besar, lebih baik periksalah terlebih dahulu dengan atasan. Apabila bos mengatakan bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan tersebut terbilang sempurna, maka jadikanlah acuan untuk lebih maju lagi. Tapi jika bos memiliki beberapa saran, dengarkanlah dengan seksama dan menerapkannya pada pekerjaan selanjutnya.

2. Mengakui Kesalahan
Setiap orang tentunya selalu belajar dari segala kesalahan maupun kegagalan. Jadi jika Anda ingin disukai oleh atasan di kantor, maka akuilah kesalahan yang sudah diperbuat. Jangan sampai Anda malah menyalahkan orang lain atau rekan kerja satu tim. Mengatakan hal yang sebenarnya dapat membuat si bos menghargai kejujuran Anda.

3. Tepat Waktu
Sebaiknya datanglah ke kantor tepat pada waktunya. Datang terlambat hanya akan membuat Anda dicap oleh si bos sebagai karyawan yang pemalas dan tidak pernah on time. Jika hal itu tidak ingin terjadi pada diri Anda, mulai saat ini cobalah untuk lebih disiplin baik dengan diri sendiri, maupun pekerjaan.

4. Selalu Menikmati Pekerjaan
Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi atasan selain melihat karyawannya menikmati pekerjaan yang telah diperintahkan. Ini merupakan salah satu kunci agar bos menjuluki Anda sebagai karyawan yang rajin dan pantang menyerah.

5. Ruangan Kerja Rapi
Jagalah meja kerja Anda dengan bersih, segala macam file pekerjaan terorganisir dan membuat folder sehingga Anda dapat mengakses pekerjaan dengan cepat. Itu akan menunjukkan atasan bahwa Anda adalah tipe karyawan yang teratur dan rapi.

6. Mengenakan Pakaian yang Sopan
Sangatlah tidak nyaman apabila Anda memakai kemeja yang terlalu ketat. Percayalah, bahwa Anda akan menjadi bahan gunjingan akibat memakai pakaian yang terlalu seksi. Jadi berbusanalah yang pantas saat ke kantor.

7. Jangan Takut Ambil Risiko

Risiko selalu ada dalam setiap pekerjaan dan rencana apapun, baik itu gagal maupun berhasil. Jadi jika Anda harus mengambil risiko dalam menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan, maka jadikanlah ini sebagai pemicu bahwa Anda akan berhasil. Dengan begitu, bos akan menganggap Anda adalah karyawan yang bisa diandalkan meskipun dalam keadaan sulit.

(fer/rma)

4 Pujian Ini Bisa Buat Suami Happy

logoMembahagiakan suami bukan selalu dengan memasak makanan lezat atau beraksi hebat di ranjang. Terkadang, sebuah pujian yang tulus bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari.

Sayangnya, memuji pria tidaklah semudah yang dikira. Anda pun perlu mengetahui hal-hal apa saja yang menjadikan dirinya senang. Seperti yang dikutip dari ehow, berikut empat pujian yang bisa bikin suami besar hati.

1. Katakan bahwa ia membuat Anda tersenyum dan tertawa
Pria suka dianggap sebagai orang yang menyenangkan. Membuat pasangannya tersenyum bahkan tertawa merupakan kebahagiaan juga untuknya. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mengatakan hal itu padanya. Katakan betapa ia bisa membuat Anda bahagia. Pasangan pun pasti akan sangat senang, dan terus berusaha membahagiakan Anda.

2. Puji barang kesayangannya
Suami Anda pasti memiliki hobi khusus, misalnya, mendandani mobil, berolahraga sepeda dan sebagainya. Sesekali lihatlah ia saat melakukan hobinya. Bagi suami yang suka mendandani mobil, pujilah modifikasinya, dan katakan bahwa mobilnya tampak kerena. Hal ini akan membuat suami merasa didukung.

3. Pujilah keahliannya
Suami Anda pasti memiliki keahlian khusus. Tak perlu sesuatu yang luar biasa, keahlian membuat teh yang enak, atau pijatannya yang lembut juga bisa menjadi bahan untuk memujinya. Buatlah ia merasa dihargai.

4. Buatlah ia merasa berharga
"Aku belum pernah merasa sebahagia ini", pernahkah Anda mengatakan hal itu pada pasangan? Jika belum, cobalah katakan pujian itu. Hal itu akan membuatnya merasa orang yang paling berharga di hidup Anda. Pujian ini juga akan membuatnya terus berusaha membuat Anda merasa bahagia.

7 Langkah Menjadi Orangtua yang Tidak Memanjakan Anak

logoJakarta - Menuruti keinginan anak menjadi andalan orangtua ketika menghadapi si kecil yang rewel. Namun, kalau terus-menerus dilakukan, bukan tidak mungkin nantinya anak jadi manja.

Jika ingin membesarkan si buah hati tanpa memanjakannya, tapi tetap menjadikannya anak yang bertanggungjawab, orangtua harus menetapkan aturan dasarnya. Berikut adalah 7 cara terbaik untuk menghindari memanjakan si buah hati seperti dipaparkan Baby Center.

Tetapkan Aturan
Orangtua terkadang menjadi lemah dan mudah diperdaya anak karena mereka sendiri tidak menerapkan aturan sejak awal. Misalnya, ketika anak ingin makan kue, padahal dia sudah terlalu banyak makan makanan manis. Perhatikan kalimat yang Anda ucapkan. Kalau Anda bilang 'Ok, kamu boleh makan kue', ini akan membuka kesempatan anak untuk merajuk makan kue lagi. Tapi kalau sejak awal Anda sudah membuat kesepakatan bersamanya, seperti, 'ok kamu boleh makan satu kue, setelah itu simpan kuenya', kalimat ini tidak akan membuat anak memiliki celah untuk meminta lebih.

Konsisten Terhadap Aturan yang Ditetapkan
Satu adalah satu, tidak lebih. Banyak orangtua yang bimbang ketika harus menetapkan aturan kepada si kecil. Misalnya, Anda menetapkan hanya ada satu potong kue untuknya setiap minggu, tetapi Anda bimbang dan membiarkannya mengambil potongan kedua. Ketika dalam kondisi bimbing yang harus Anda lakukan adalah membayangkan akibat yang akan terjadi apabila peraturan tersebut tidak dilaksanakan, yaitu dia tidak memahami alasan mengapa Anda membuat aturan.

Jangan Menyerah Terhadap Tangisannya
Sekali Anda memenuhi keinginannya karena ia menangis, maka dia akan tahu cara untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Kuatkah hati Anda terhadap tangisannya, dan beri penjelasan sederhana yang mudah dimengerti agar dia memahami apa maksud Anda menetapkan aturan tersebut.

Buat Kesepakatan
Jika dia mengingini sesuatu yang Anda sendiripun masih ragu untuk memberikannya, Anda bisa memberikan aturan tambahan. Misalnya si kecil ingin menonton acara tv favoritnya, Anda bisa memberikan aturan tambahan seperti dia harus tidur siang atau membereskan dulu mainannya. Dengan membuat kesepakatan ini, Anda jadi yakin untuk mengizinkannya menonton televisi.

Kewajiban Dahulu Kemudian Hak
Sebuah penelitian menunjukan bahwa anak yang melakukan tanggungjawabnya akan dapat menghadapi rasa depresi dikemudian hari. Bahkan balitapun bisa diajarkan untuk bertanggungjawab dengan membereskan mainannya. Setelah dia menjalankan tanggung jawabnya, Anda bisa memberikan waktu yang telah Anda tetapkan untuknya bermain.

Jangan Takut Membuat Anak Kecewa
Melihat anak sedih karena kecewa permintaannya tidak dikabulkan biasanya juga bisa membuat ibu sedih. Tetapi, Anda tidak boleh menyerah. Si kecil harus tahu bahwa dia tidak selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Dengan demikian Anda mengajarkan anak untuk belajar menerima kekecewaan agar anak mampu mengatasi stres nantinya.

Jangan Memberikan dengan Cuma-cuma
Banyak ahli sependapat bahwa anak-anak menjadi manja karena orangtua selalu memberikan apa yang mereka kehendaki tanpa menuntut kepada anak. Jika anak Anda menginginkan mainan baru, Anda harus menetapkan sistem 'reward'. Hanya ketika dia berperilaku baik atau mendapatkan nilai baik di sekolah, kemudian dia bisa mendapatkan mainan baru.

(eny/eny)