Selasa, 19 Juni 2012

7 Langkah Menjadi Orangtua yang Tidak Memanjakan Anak

logoJakarta - Menuruti keinginan anak menjadi andalan orangtua ketika menghadapi si kecil yang rewel. Namun, kalau terus-menerus dilakukan, bukan tidak mungkin nantinya anak jadi manja.

Jika ingin membesarkan si buah hati tanpa memanjakannya, tapi tetap menjadikannya anak yang bertanggungjawab, orangtua harus menetapkan aturan dasarnya. Berikut adalah 7 cara terbaik untuk menghindari memanjakan si buah hati seperti dipaparkan Baby Center.

Tetapkan Aturan
Orangtua terkadang menjadi lemah dan mudah diperdaya anak karena mereka sendiri tidak menerapkan aturan sejak awal. Misalnya, ketika anak ingin makan kue, padahal dia sudah terlalu banyak makan makanan manis. Perhatikan kalimat yang Anda ucapkan. Kalau Anda bilang 'Ok, kamu boleh makan kue', ini akan membuka kesempatan anak untuk merajuk makan kue lagi. Tapi kalau sejak awal Anda sudah membuat kesepakatan bersamanya, seperti, 'ok kamu boleh makan satu kue, setelah itu simpan kuenya', kalimat ini tidak akan membuat anak memiliki celah untuk meminta lebih.

Konsisten Terhadap Aturan yang Ditetapkan
Satu adalah satu, tidak lebih. Banyak orangtua yang bimbang ketika harus menetapkan aturan kepada si kecil. Misalnya, Anda menetapkan hanya ada satu potong kue untuknya setiap minggu, tetapi Anda bimbang dan membiarkannya mengambil potongan kedua. Ketika dalam kondisi bimbing yang harus Anda lakukan adalah membayangkan akibat yang akan terjadi apabila peraturan tersebut tidak dilaksanakan, yaitu dia tidak memahami alasan mengapa Anda membuat aturan.

Jangan Menyerah Terhadap Tangisannya
Sekali Anda memenuhi keinginannya karena ia menangis, maka dia akan tahu cara untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Kuatkah hati Anda terhadap tangisannya, dan beri penjelasan sederhana yang mudah dimengerti agar dia memahami apa maksud Anda menetapkan aturan tersebut.

Buat Kesepakatan
Jika dia mengingini sesuatu yang Anda sendiripun masih ragu untuk memberikannya, Anda bisa memberikan aturan tambahan. Misalnya si kecil ingin menonton acara tv favoritnya, Anda bisa memberikan aturan tambahan seperti dia harus tidur siang atau membereskan dulu mainannya. Dengan membuat kesepakatan ini, Anda jadi yakin untuk mengizinkannya menonton televisi.

Kewajiban Dahulu Kemudian Hak
Sebuah penelitian menunjukan bahwa anak yang melakukan tanggungjawabnya akan dapat menghadapi rasa depresi dikemudian hari. Bahkan balitapun bisa diajarkan untuk bertanggungjawab dengan membereskan mainannya. Setelah dia menjalankan tanggung jawabnya, Anda bisa memberikan waktu yang telah Anda tetapkan untuknya bermain.

Jangan Takut Membuat Anak Kecewa
Melihat anak sedih karena kecewa permintaannya tidak dikabulkan biasanya juga bisa membuat ibu sedih. Tetapi, Anda tidak boleh menyerah. Si kecil harus tahu bahwa dia tidak selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Dengan demikian Anda mengajarkan anak untuk belajar menerima kekecewaan agar anak mampu mengatasi stres nantinya.

Jangan Memberikan dengan Cuma-cuma
Banyak ahli sependapat bahwa anak-anak menjadi manja karena orangtua selalu memberikan apa yang mereka kehendaki tanpa menuntut kepada anak. Jika anak Anda menginginkan mainan baru, Anda harus menetapkan sistem 'reward'. Hanya ketika dia berperilaku baik atau mendapatkan nilai baik di sekolah, kemudian dia bisa mendapatkan mainan baru.

(eny/eny)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar